2020 - IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

IMM FEB

  • VISIONER
  • SPIRITUAL
  • INTELEKTUAL
  • HUMANITAS

Hot

PIKOM IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

Rabu, 06 Mei 2020

SYUKUR !

Mei 06, 2020 0
Nurwahni (Bendahara Umum PIKOM IMM FEB 2019-2020)


           

Suatu hari aku duduk bersantai di teras rumah, memandang langit biru, yang cerah terpancar. Angin yang berhembus, angin yang tak terlihat namun terasa kesejukan di dalam diri. Pepohonan mulai tersentuh oleh angin dan menghasilkan gerakan, bunga-bunga pun ikut bergerak. Kupandang lebih lama dan menghirup udaranya begitu nikmat. Aku merasakan betapa sejuknya sore hari ini.
Daun-daun yang sudah kuning pun berjatuhan dari pohonnya lalu beterbangan, debu-debu di jalan pun bersih disapu angin. Sedikit demi sedikit ku lirik kanan dan ke kiri ternyata aku baru menyadari betapa indahnya di sekelilingku. Bunga-bunga tertata dengan baik. Kupandangi rumah di sebelahku nan sunyi tak ada orang satupun. Aku menikmati kesejukan hari ini dengan seorang diri.
Musik yang terdengar di telinga membuat hati dan jiwa ini terasa tenang dan tentram. Lantunan lagu yang merdu seakan-akan menusuk kedalam dada. Kesunyian hari ini dapat membuatku beradaptasi dengan alam sekelilingku. Lirik lagunya seakan-akan membawaku kedalam benakku yang paling dalam. Kuingin hari-hariku seperti bunga yang dirawat dengan baik.
Dunia ini begitu indah dan sempurna. Allah menghadirkan pergantian siang dan malam, panas jadi dingin, ada hati yang lembut ,keras, ada orang yang putih dan orang hitam,semua serba ada lawannya. Allah menciptakan semesta ini dengan begitu sempurna, banyak makna dan manfaat.
Angin tak henti memberikan kesejukan, betapa beruntungnya kita ini masih bisa menikmati keindahan-keindahan yang yang ada di depan mata. Sempat kuberpikir jikalau aku tak melihat, bagaimana caranya aku bisa menikmati keindahan yang diciptakan Allah sedangkan aku tidak bisa melihat. Dan jikalau kita berada pada posisi orang yang terlahir dalam keadaan buta bagaimana kira-kira perasaan kita ini. Betapa inginnya mereka melihat indahnya dunia ini.
Aku hanya ingin mengajak kepada teman-teman untuk senantiasa bersyukur kepada Allah karena kita masih bisa diberikan mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, mulut untuk berbicara dan masih banyak lagi. Maka rawatlah dengan baik pergunakanlah matamu untuk melihat hal-hal kebaikan begitupun dengan telinga dan anggota tubuh yang lain. Cobalah untuk membuat diri kita lebih aktif dan selalu bersyukur atas kenikmatan yang Allah berikan.
Beribu-ribu kenikmatan yang Allah berikan tapi terkadang kita tidak mensyukurinya. Janganlah berputus asa ketika kau menanggap dirimu tidak sempurna. Karena seyogyanya tidak ada manusia yang sempurna. Allah memberikan wajah yang cantik jelek sekalipun Allah akan memudarkan nantinya. Ingin tubuh yang ideal, ada yang pendek, ada yang tinggi, ada yang gemuk, kurus sekalipun itu semua adalah ciptaan Allah. Kalau ada yang mencela oh dia gemuk berarti secara tidak sengaja engkau mencela ciptaan Allah. Ingatlah segala kekurangan, ketidaksempurnaan jika digabungkan maka itulah yang membuat kita menjadi sempurna.
Nikmatilah hidupmu, Allah itu Maha adil jangan buat dirimu hanya berdiam diri tapi mulailah percaya diri dengan kepercayaan diri itu kamu bisa membuat dirimu berubah. Allah menunggu hambanya untuk mengeluh kepadanya jadi banyak-banyak mengeluh kepada Allah, Allah tidak pernah bosan.
Untuk mencapai masa depan yang cerah maka mulailah dari sekarang untuk berubah. Berani berubah adalah tantangan hidup. Jangan pernah berhenti mencoba dan cobalah untuk keluar dari zona nyaman.
BERANI MEMULAI ADALAH SEBUAH TANTANGAN.



Oleh : Nurwahni
          (Bendahara Umum PIKOM IMM FEB 2019-2020)
Read More

Rabu, 29 April 2020

JANGAN BERSEDIH !

April 29, 2020 0
Nurwahni (Bendahara Umum PIKOM IMM FEB 2019-2020)     


Kala senja, kumelihat seorang anak yang sedang tertawa terbahak-bahak, tampaknya sangat bahagia. Bersama kawan-kawannya dengan penuh tiada beban. Rasanya aku ingin mendekatinya. Tak lama kemudian aku mendekat dan memulai untuk berkenalan dan akhirnya kami saling mengenal. Dia bernama Putri, orangnya selalu ceria ketika bertemu.
Hari demi hari kami sering berkumpul bersama dengan penuh canda tawa aku sangat bahagia telah mengenalnya. Putri punya banyak teman, tetapi aku hanya ingin mengenal lebih dalam si Putri ini, karena aku sering berpikir bahwa ketika bertemu Putri dia selalu terlihat ceria dan tampaknya aku penasaran jikalau dibalik keceriaannya ada hal-hal yang ditutupi. Dan ternyata itu benar. Teman-temannya sedikit tahu bahwa dia sedang bersedih. Putri sangatlah pandai dalam menyembunyikan kesedihannya.
Ketika malam hari aku berinisiatif untuk menelpon Putri dan akhirnya dia mengangkat telpon aku. Pikirku diawal aku ingin menanyakan seputar kehidupannya, Putri pun merespon. Jarum jam terus berputar mendengar cerita Putri aku sangat prihatin, karena ibunya sedang sakit keras, tapi dia tak terlihat sedih. Katanya“ ketika berjumpa dengan ibunya dia tidak pernah bersedih, malahan dia membuatnya tertawa dengan candaan-candaan yang dibuatnya”. Terkadang ketika nenek dan tantenya datang menjenguk mereka berkata “mengapa Putri tidak sedih?”.Putri hanya bisa terdiam dan tersenyum kembali, hanya itu. Nenek dan tantenya sering menjenguk ibunya tapi yang Putri tidak suka ketika ditanya “kenapa selalu tertawa sementara ibumu sakit?”, ini adalah kata-kata yang membuatnya tidak enak. Andai mereka tahu Putri ini sangat terpukul melihat ibunya terbaring sakit.
Seandainya saja mereka tahu, ini hanyalah cara buat si Putri tidak bersedih. Andai saja mereka tahu Putri sering menangis di keheningan malam dan Putri tidak pernah menampakkan kesedihan dihadapan ibunya karena dia tidak ingin ibunya bertambah sakit. Pada malam hari tiba-tiba ibunya menjerit kesakitan, Putri begitu berat menahan air matanya, terkadang hanya bisa meluapkan dan menangis didalam kamar mandi karena dia tidak ingin terlihat sedih.
Mendengar cerita dari sang Putri aku berpikir untuk bisa selalu menyemangatinya dan akupun dapat pelajaran darinya. Kita tidak dituntut untuk selalu membuat orang khawatir, cobalah untuk mencari solusi sendiri ketika itu adalah masalah pribadi. Berpura-pura bahagia itu sakit. Ketika kita ikhlas dan tahu bahwa pemberi penyakit datangnya dari Allah maka dari Allah pulalah sumber obatnya.
Putri selalu berdoa untuk kesembuhan ibunya, penyakit dan kematian bisa datang kapan saja, ucapnya. Dia hanya bisa berdoa dan berusaha. Makanya Putri tidak terkesan sedih ketika ditanya. Dunia ini hanya tempat persinggahan jadi yang perlu kita lakukan adalah dengan beribadah kepada Allah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Beberapa bulan kemudian aku mendengar kabar dari Putri bahwa ibunya telah meninggal. Aku tidak tahu lagi bagaimana perasaannya ditinggal ibunya. Kakanya berkata kita hanya bisa mendoakan ibu dan kelak kita juga akan mengalami kematian cuman kita tidak tahu bahwa kita akan mati dalam keadaan bagaimana, kita tidak tahu entah kita meninggal dalam keadaan sedang bekerja, berkendara, di tempat tidur sekalipun. Yang terakhir disampaikan oleh kakaknya bahwa doakan semoga kita semua sekeluarga bisa dipertemukan ibu di Surga nanti In Syaa Allah. Surga untuknya.
Bagi teman-teman yang membaca ini ketika punya masalah janganlah larut dalam kesedihan, buatlah cara sendiri bagaimana membuat dirimu bahagia. Karena yang menentukan masa depan dan kebahagiaanmu adalah tindakanmu. Kamu boleh bersedih dan sedih pun tidak dilarang yang dilarang adalah ketika kita larut dalam kesedihan. Dibalik kesedihanmu yakinlah bahwa akan ada banyak kebahagiaan yang menantimu. Tetaplah tersenyum karena senyuman akan memberikan nuansa yang berbeda, cobalah dengan kamu tersenyum semua akan membawa nuansa positif dalam hidup dan yakin kamu akan merasakan kebahagiaan.
SEMUA PANTAS BAHAGIA.

Oleh : Nurwahni
          (Bendahara Umum PIKOM IMM FEB 2019-2020)
Read More

Post Top Ad