GENERASI MILINEAL DAN STRATEGI MENGHADAPI PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI - IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

IMM FEB

  • VISIONER
  • SPIRITUAL
  • INTELEKTUAL
  • HUMANITAS

Hot

PIKOM IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

Senin, 03 Desember 2018

GENERASI MILINEAL DAN STRATEGI MENGHADAPI PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Lajunya perkembangan ilmu pengetahuan dan  teknologi, bukanlah hal yang terelakan lagi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak positif dan negative terhadap karakter dan moral bangsa terutama di kalangan pemuda pemudi Indonesia. Fenomena diatas adalah fenomena suatu masa, dimana masa tersebut di tandai dengan semakin lajunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang biasanya kita kenal dengan zaman milineal. Di zaman milineal, semua aktivitas pemenuhan kebutuhan manusia bisa diselesaikan dalam waktu singkat dengan berbagi teknologi yang telah tersedia, segala kebutuhan dan keinginan manusia di kemas sedemikian rupa menjadi sesuatu yang instan. Fenomena seperti ini membuat generasi bangsa semakin bermalas malasan dalam melakukan sesuatu. Saat ini, tidak jarang kita temukan generasi bangsa yang di serang penyakit capek sebelum beraktivitas dikarenakan telah di ninabobokkan dengan hal-hal yang instan. Melihat peristiwa di atas, menjadi sebuah keresahan, bahwa suatu saat nanti mutu dan kualitas generasi bangsa akan semakin mengalami kemunduran. Hal ini mungkin di anggap sepeleh karena efeknya yang secara tidak langsung membuat kita kurang waspada dengan bahayanya. Namun jika keta renungkan tanpa kita sadari dampak negative dari perkembangan teknologi telah mengakar di pemikiran kita. Contoh kasus, Tiktok yang secara tidak langsung sedikit demi sedikit telah mengikis identitas kita sebagai generasi pembangun bangsa, dapat kita saksikan generasi sekarang yang dengan asyiknya memperagakan symbol lesbian, joget dalam masjid, tanpa di sadari hal semacam ini merupakan sebuah penghinaan akan budaya yang telah ada. Peristiwa di atas merupakan bukti akan miskinnya moral generasi bangsa yang telah miskin. Secara tidak langsung kita sebagai anak Indonesia telah menjual harta, harkat, dan martabat bangsa yang sangat berharga yang telah di wariskan kepada kita.
Dizaman milineal kriminalisasi yang sangat berbahaya adalaha lewat media. Berbagai informasi bohong atau hoax banyak kita saksikan perharinya, yang dikhawatirkan adalah jika informasi seperti ini kita konsumsi tiap harinya atau bahkan telah mempengaruhi pemikira kita hingga saat ini. Hal ini jika terus dibiarkan bisa berdampak buruk pada perkembangan informasi dan kepercayaan masyarakat terutama pemuda kepada para pemimpinnya dan bisa saja menjadi pemicu lahirnya konflik social baik antar agama, ras, serta budaya. Ini merupakan tantangan besar yang harus dihadapi generasi bangsa kedepannya. Dalam situasi semacam ini, Negara harus melahirkan para pemimpin yang bijak dalam pemanfaatan teknologi bagaimanapun caranya itu sudah menjadi kebutuhan sekarang dan 30 tahun kedepannya, serta bijak dalam menentukan mana informasi yang benar dan informasi yang salah. Ketegasan seorang pemimpin untuk menyikapi berbagai dampak negative di atas adalah pondasi negeri ini untuk menciptakan generasi yang bijak dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
Yah, jika dilihat dari sisi lain mungkin lajunya perkembangan ilmu  pengetahuan dan teknologi di zaman milineal memberikan dampak negative di kalangan pemuda bangsa. Namun jika ditinjau lebih jauh, ternyata perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga memberikan dampak positif yang sangat besar dalam memperbaiki tatanan social dalam negeri. Diantaranya: Adanya akses informasi yang cepat serta masyarakat dapat mengetahui berbagai informasi terkait kondisi perekonomian, pertahanan dan pemerintahan di Indonesia, melihat hal tersebut, membuat masyarakat dengan mudah dapat mengkritisi atau meramal kondisi Negara kedepannya sehingga dapat mempersiapkan apa yang menjadi kebutuhan untuk menanggulangi bencana atau bahaya yang telah di prediksikan jauh sebelumnya. Melalui analisis saya dalam kehidupan sehari-hari, perkembangan teknologi pada Zaman Milineal memberikan 3% dampak negative dan menyumbangkan 97% dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Namun dari kebanyakan generasi saat ini yang paling banyak di manfaatkan oleh generasi saat ini adalah yang 3% tadi dan mengabaikan 97% yang menjadi dampak positif itu sendiri.
Kecenderungan seperti di atas adalah masalah besar yang mesti di tanggulangi sesegera mungkin. Pemimpin kedepannya harus mampu menyediakan fasilitas teknologi informasi dan komuni kasi serta fitur lain yang bersifat kekinin dan membuat pencinta dunia maya dapat tertarik menggunakan layanan tersebut. Melihat kasusu tersebut nampaknya basic teknologi harus dapat di kuasai oleh para pemimpin kedepannya. Dalam hal politik, lajunya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi banyak pemangku kebijakan yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Seharusnya ilmu yang dimiliki dapat menjadikan kesejahteraan masyarakat semakin di rasakan melalui teknologi yang tersedia. Selain itu pengamanan Negara dapat di perketat baik dari dalam maupun dari luar melalui fasilitas yang tersedia, hubungan luar negri dapat di jalin lebih baik dengan akses komunikasi yang semakin cepat, hubungan politik dalam Negeri dapat semakin baik melalui berbagai fitur yang tersedia. Namun yang terjadi sekarang kemajuan ilmu pengetahuan membuat orang semakin serakah dan menjadikan ilmunya itu untuk kepentingan pribadi dengan mengeksploitasi sumber daya yang tersedia baik sumberdaya alam maupun sumber daya manusia. Kemajuan teknologi dalam hal berpolitik melalui akses komunikasi yang cepat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi semata dengan menyebar informasi hoax untuk menjatuhkan kubu yang menji lawan politik, hal tersebut membuat kondisi politik diIndonesia semakin keruh  hingga susah untuk melithat mana politik yang murni membangun Negara dan mana yang hanya sekedar mendapatkan kepuasan pribadi. Melihat kondisi di atas, menjadi sebuah kewajiban agar kira dapat hadir seorang pemimpin dari generasi masa kini untuk memberikan benang merah dan titik cerah ditengah benyaknya permasalahn politik yang ada. Referensi keislaman serta keimanan yang kokoh menjadi pondasi untuk menghadapi perpolitikan di indinesia, serta pemimpin harus dapat menampilkan diri di tengah masyarakat guna memberikan pencerah di tengah mansyarakat. Hal ini sudah menjadi suatu keniscayaan yang harus di miliki pemuda saat ini untuk menjadi pemimmpin kedepannya.
Jika teknologi kita manfaatkan untuk menyebar berita yang benar, atau jika ada satu inforrmasi hoax yang tersebar maka kita dapat menutupinya dengan 10 berita kebaikan yakin dan percaya kita adalah pemenang dari peperangan yang ada. Pemimpin di masa mendatang harus mampu melakukan hal seperti itu dengan berbagai media dan teknologi yang ada.Jika menengok kondisi pertahanan dalam negri nampaknya menjadi sebuah kekhawatiran, karena pertahanan bukan hanya di jaga dengan fisik atau secara langsung namun yang membahayakan sekarang adalah banyaknya ideology baru juga paham-paham radikal yang membahayakan keutuhan Negara serta mengancam utuhnya pancasila sebagai dasar Negara melalui berbagai media yang tersedia. Di zaman milineal, pertahanan Negara tidak hanya di perketat dengan senjata api tapi harus juga di perketat lewat media.
Penjelasan di atas adalah hasil analis saya dalam kehidupan sehari-hari, intinya untuk menghadapi berbagai tantangan di atas, di butuhkan para pemimpin yang bukan hanya kuat dalam segi fisik tapi juga harus memiliki landasan ideology yang kuat dan pemahaman ilmu pengetahuan yang kuat serta bijak dalam penggunaannya.

Oleh : RIAN SAPUTRA (KADER VISIONER)
IMM FEB Unismuh Makassar 
Periode 2018-2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad