BUNGA DALAM PUSARAN DEMONSTRAN - IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

IMM FEB

  • VISIONER
  • SPIRITUAL
  • INTELEKTUAL
  • HUMANITAS

Hot

PIKOM IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

Selasa, 20 November 2018

BUNGA DALAM PUSARAN DEMONSTRAN




Biarkan revolusi Indonesia bicara dengan bahasanya sendiri (Soekarno).
Sebut saja penyambung lidah rakyat sebuah gelar yang tidak diberikan secara gratis tetapi terbit karena keberanian untuk berjuang dan berkorban. Marhaenisme merupakan konsep hebat yang tengah menggambarkan situasi proletar di Indonesia, ia adalah hasil konseptor dari kepala pendiri dan tokoh proklamator republik ini.
Panas matahari akan membuatmu mekar kembali, bunga yang tengah mekar dalam semusim kemudian ia akan tumbuh dan terus tumbuh, setiap bunga akan mekar tetapi pada waktu yang berbeda, panas matahari tidak akan membuatmu layu justru semangat akan terik akan terus membuatmu kuat hingga mekarmu kembali terlihat, butuh proses yang tidak sederhana dan singkat untuk menantikan mekarnya.
 Bunga dalam pusaran demonstran, mereka (bunga-bunga) revolusi hadir ditengah-tengah pusaran demostran bukan untuk mengugurkan idealisme mereka, bukan untuk merasa telah merdeka atas kehendaknya dan bukan juga merasa kebenaran hanya milik mereka yang siap dijalan kemudian berteriak melainkan sebagai penyeimbang Revolusi dalam perjuangan, semesta telah memberikan tanda jika berjuang bersama akan semakin memberikan kekuatan yang semakin kuat dan ada. Perjuangan dalam kosmologi antara cosmic dan macrocosmic seperti itulah substansi dari perjuangan (bunga-bunga) Revolusi “Perempuan”. Entah kita berhak dan bebas berasumsi atas pengetahuan kita. Layaknya mereka (bunga-bunga) Revolusi berteriak dalam pusaran demostran atas tendensi pengetahuan dan nasionalisme.
Mereka (bunga-bunga) Revolusi “Perempuan” substansinya sebagai madrasah pertama sebagai rahim pencetak tokoh-tokoh Re-ingkarnasi seperti Soekarno, Tan Malaka dan Kartini kecil. Hingga mereka  (bunga-bunga) Revolusi “Perempuan” selayaknya hadir dalam dimensi yang kokoh sebab jika mereka mudah layu dan rapuh maka tunggulah kehancuran suatu bangsa.  Subordinasi perempuan merupakan dasar peradaban. Tetaplah rawat semangatmu hingga bungamu perlahan berguguran karena berjuang.

Oleh : HERNI SAHARUDDIN (KABID RPK VISIONER)

IMM FEB Periode 2018-2019



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad