November 2018 - IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

IMM FEB

  • VISIONER
  • SPIRITUAL
  • INTELEKTUAL
  • HUMANITAS

Hot

PIKOM IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

Kamis, 29 November 2018

KEKERASAN MENGATASNAMAKAN AGAMA

November 29, 2018 0
Seiring dengan berjalannya waktu dan dengan perkembangan zaman di era milenial ini tak jarang kita menjumpai banyaknya kasus-kasus kekerasan yang mengatasnamakan agama. Kekerasan ini tidak hanya serta merta ada tapi, kerap kali semua terjadi itu sebagai akibat dari paham dogamatis, propaganda, politik serta perebutan kekuasan-kekuasaan dalam berbagai sisi. Tidak hanya diluar negeri kasus seperti ini pun sudah tak lazim di negara Indonesia. Di Indonesia sendiri, diskriminasi atas nama agama nyaris menjadi makanan sehari-hari. Di Israel, agama Yahudi dijadikan dasar sekaligus pembenaran untuk melakukan penindasan nyaris tanpa henti kepada Palestina. Di India, sebelum Natal 2014, sekitar 5000 keluarga diminta untuk memeluk kembali Hinduisme. Mereka yang tidak mau mengubah agama diminta untuk keluar dari India. Sebagai bangsa, India juga terus dikepung oleh konflik yang terkait dengan agama. Fenomenayang sama berulang kembali: agama digunakan untuk membenarkan tindak kekerasan, guna membela kepentingan ekonomi dan politik yang tersembunyi. Beberapa waktu lalu, kelompok Islam ekstrimis juga melakukan pembunuhan massal terhadap anak-anak di Pakistan. Lagi-lagi, agama digunakan untuk membenarkan kekerasan.
Pada dasarnya Agama dalam KBBI adalah ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan yang maha kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Dan yang pasti sifat dasar dari sebuah agama itu baik dan suci. Akan tetapi, penganut dari agama itulah yang mengubah sifat dasar tersebut. Ada pepatah Cina kuno yang mengatakan, ”Alat yang baik di tangan orang jahat akan menjadi alat yang jahat.” Sehingga, Sebaik apapun ajaran suatu agama, jika dianut oleh sekumpulan orang yang menderita dan tersesat, maka agama itu akan menjadi jahat yang menghasilkan penderitaan bagi banyak orang.
Lebih mirisnya lagi, dampak tindakan-tindakan ini membuat jutaan orang di belahan dunia menjaadi skeptis terhadap suatu agama. Contohnya terhadap agama islam, mereka dengan mudahnya menjustifikasi bahwa setiap orang yang beragama islam adalah pelaku kekerasan atau terorisme. Bahkan di negara tertentu banyak orang-orang yang anti-islam. Mengapa semua itu bisa terjadi? Mengapa agama yang sejatinya adalah sesuatu yang suci, yang katanya mengajarkan kebaikan universal dalam hubungan yang transendetal terus di pelintir dan di klaim sebagai sesuatu yang harusnya di takuti? Dalama buku tentang manusia karya Reza A. A Wattimena, ia berpendapat bahwasannya Akar dari segala kejahatan dan kekerasan adalah pikiran. Semua tindakan dimulai dari pikiran. Semua penilaian dan analisis mulai dari pikiran. Maka, kita pun harus masuk ke ranah pikiran, guna membongkar akar kekerasan.pengaruh lain yang menjadi latar belakang kekerasan menurutnya ialah Pola pikir dualistik yaitu selalu melihat dunia dalam dua kutub yang bertentangan, yakni benar-salah, baik-buruk, suci-tidak suci, beriman-kafir, serta dosa-tidak dosa. Dengan pembedaan ini, kita lalu terdorong selangkah lebih jauh untuk melihat orang lain sebagai musuh (yang berdosa, kafir, salah, dan buruk) yang harus dihancurkan.
Lantas apakah yang dapat menjadi obat untuk masalah ini? Jawaban saya mungkin cukup sederhana yaitu “hati”. Mengapa hati? Dalam sebuah hadist dikatan bahwa Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging, jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati (H.R Al-Bukhari dan Muslim). Artinya, setiap manusia sebenarnya telah memiliki radar hati sebagai pembimbing. Suara hati adalah pembimbing paling sederhana terhadap apa yang harus ditempuh dan apa yang harus diperbuat. Kekuatan kelembutan Hati akan mengalahkan kerasnya pikiran-pikiran yang buruk. Segala bentuk kekerasan dan kejahatan bisa dilenyapkan, jika kita melibatkan hati nurani kita sebagai pembimbing. Kita tidak lagi memiliki dorongan untuk mencap atau menyakiti apapun atau siapapun, karena kita semua, sejatinya, adalah satu dan sama. Bahkan, pada situasi yang paling ekstrem, kita lebih memilih untuk disakiti, daripada menyakiti orang lain.
#SALAMPERDAMAIAN
Oleh : WIWI AMALIA (KADER VISIONER)
IMM FEB Unismuh Makassar 
Periode 2018-2019

Read More

Rabu, 28 November 2018

PERLUNYA PENDEKATAN KRITIS DALAM DUNIA PELAJAR

November 28, 2018 0
Sistem pendidikan yang umum berlaku di dunia saat ini, terpola sedemikian rupa dalam suatu mekanisme dimana praktek penindasan berlangsung secara terus-menerus, atas nama "mendidik" dan "mencerdaskan". Institusi pendidikan yang semestinya mencerahkan dan memerdekakan manusia, justru menjadi sarana penindasan, dominasi dan hegemoni. Secara internal penindasan itu berlangsung terhadap murid oleh gurunya. Dan secara eksternal, penindasan itu berasal dari kekuasaan dan dunia industri, yang melakukan hegemoni terhadap sekolah, guru, peserta didik, dan watak kurikulum. Kadang-kadang institusi pendidikan tidak ubahnya penjara yang dijaga oleh sipir sipir yang kejam. Para sipir (yang diperankan oleh guru) memperlakukan murid-murid secara tidak manusiawi, tidak ubahnya tahanan.
Memang, sekolah bukan lah penjara untuk para penjahat, tetapi pada realitasnya sekolah-sekolah melakukan pengekangan dan pemenjaraan daya kreasi peserta didiknya sebagai manusia yang bebas-merdeka. Setiap peserta didik harus terkungkung pada suatu watak kurikulum yang berlaku dan itu belum tentu sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh setiap peserta didik tersebut.
Sependek pengetahuan berdasarkan beberapa pengalaman, sistem pendidikan di sekolah kelihatannya sekedar mengejar nilai rapor (IPK), sedangkan keterampilan hidup dan realitas dunia yang sesungguhnya tidak diajarkan. Seorang anak  dilihat berdasarkan nilai ulangan yang diperolehnya, bukan pada kemampuannya secara keseluruhan. Tentu kita semua masih ingat, betapa ketika sekolah dulu, berbagai macam hal dalam mata pelajaran, sudah kita hapalkan, tetapi apakah sampai kini berbekas dibenak anda??? Tidak sedikit orang terutama saya sendiri yang sudah 12 tahun belajar matematika di sekolah, tetapi tetap saja tidak bisa bermatematika dengan baik,,,, kecuali bagi kawan2  yang memang masih berada di bidang itu. Itu karena kita lebih meggunakan pendekatan menghapal bukan memahami.
Hal ini kemudian menyebabkan, dunia pendidikan seolah-olah berada jauh diatas awan dan tidak berpijak di bumi (realitas yang sebenarnya). Itulah sebabnya, berbagai macam persoalan di tengah masyarakat yang menjadi realitas dunia yang sesungguhnya, tidak mampu diselesaikan oleh lulusan sekolah.  Materi-materi pelajaran berbicara tentang negeri kita yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, padahal kenyataannya kekayaan kita itu sudah jauh berkurang dan tidak melimpah lagi. Kita diceritakan tentang kemajuan tekhnologi yang semakin canggih, seakan-akan kita telah memilikinya, padahal hanya ada di negeri orang. Anak-anak di suatu daerah terpencil ditengah hutan, di tuntut oleh kurikulum nasional untuk belajar yang macam-macam, yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan lingkungan sekitar mereka. Anak-anak di daerah pertanian atau di kawasan pesisir, disuguhkan dengan berbagai macam mata pelajaran yang berbau industri, dan tidak diajarkan oleh kurikulum nasional tentang teknik-teknik bercocok tanam atau melaut yang lebih baik. Akhirnya, lahirlah generasi anak-anak petani atau nelayan yang sudah malas bercocok tanam atau melaut. Lalu meninggalkan desa, mengadu nasib di kota atau negeri orang dan akhirnya (hanya) menjadi buruh murah di pabrik-pabrik, karena tidak memiliki keterampilan yang memadai. Hal inilah yang kemudian menyebabkan indeks pembangunan manusia disuatu negara semakin menurun dan tak mampu bersaing dengan sumber daya manusia dibeberapa negara hingga negara itu masih dianggap sebagai negara berkembang dan berbagai problematika dan kesenjangan sosial masih menggorogoti.
Secara sederhana, kita dapat mengklasifikasikan pendekatan kritis dalam dunia pendidikan. Pendekatan ini bertujuan untuk melakukan pembaharuan dan perubahan yang mendasar (revolusioner) di masyarakat, dengan melakukan penentangan terhadap ketidakadilan, keimpangan dan sisem yang menindas, melalui proses penyadaran kritis yang mencerahkan dan membebaskan. Peserta didik dipandang sebagai subjek yang aktif, yang mandiri dan mampu berbuat serta bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan realitas dunianya. Pola komunikasi antara guru dan murid berlangsung secara dua arah. Model pendidikan ini berusaha mendorong dan membantu masyarakat menemukan cara untuk menentukan kehidupannya sendiri, serta terbebas dari dominasi, hegemoni dan sistem yang tidak adil.

Oleh : KASMIA (KADER VISIONER)
IMM FEB Unismuh Makassar 
Periode 2018-2019


Read More

Selasa, 27 November 2018

PENGANTAR EPISTEMOLOGI ISLAM (SESI 1)

November 27, 2018 0

HUBUNGAN IDEOLOGI DAN PANDANGAN DUNIA
Ayatullah Murtadha Muthahari, dalam bukunya pengatar epistimologi islam, mengatakan bahwa yang menyebabkan pertikaian antara suku-suku dan bangsa-bangsa adalah karna sandaran atau dasar ideologinya yang berbeda-beda. Dan ia mengatakan lebih lanjut sandaran atau dasar dari ideologi ini adalah ‘padangan dunianya’. Yang dimaksud dengan padangan dunia adalah suatu kesimpulan yang di ambil dari cara berfikir manusia yang memiliki penafsiran dan pengkajian yang berada di alam, sejarah dan manusia itu sendiri. Dan semua itu berasal dari cara berfikir atau pengetahuan seseorang dalam mengkaji atau menafsirkan apa yang ada di alam, sejarah dan manusia.
Setiap kelompok maupun individu memiliki padangan dunia yang berbeda-beda. Satu kelompok mengatakan bahwa aktifitas manusia harus seperti ini dan yang lain mengatakan sebaliknya, jika cara berfikir seseorang saling berbeda otomatis padangan dunianya pun berbeda dan jika padangan dunia seseorang berbeda otomatis ideologi yang ia anut pun pastilah berbeda. Mengapa demikian? karna sandaran dan asas dari ideologi adalah padangan dunia dan cara berfikir manusianya masing-masing.
Karna itu semua di kembalikan dari apa yang mereka ketahui dan simpulkan, maka itulah yang akan menjadi tujuan mereka dalam menjalani kehidupanya. Setiap ideologi itu menentukan tujuan mereka menjalani kehidupanya dan didalam ideologi itu sendiri terdapat sederetan perintah dan larangan. Suatu ideologi itu akan mengajak pengikutnya pada suatu tujuan tertentu serta menunjukan jalan yang akan mengantarkan sampai pada tujuan tersebut. Ideologi akan menentukan bagaimana kita seharusnya, kita akan kemana seharusnya, harus bagaimana kita bersikap, seperti apa tingkah laku kita dalam menghadapi setiap permasalahan dan ia mengatakan, ‘harus demikian, kalian harus bepergangan pada yang demikian dan lain sebagainya.
Bagaimnapun bentuk yang kita pikirkan tentang padangan dunia (kesimpulan) maka akan berefek kepada ideologi kita dan ideologi kita pun akan mengikuti segala bentuk padangan dunia yang kita pikirkan tersebut. Ideologi merupakan buah hasil dari pemikiran kita tentang padangan dunia dan padangan dunia adalah hasil dari apa yang kita pikirkan atau yang kita ketahui tentang sekeliling kita. Sebagai perumpamaan seperti membangun rumah fondasi kita adalah pandangan dunia, jika padangan dunia kita tidak kokoh maka rumah yang akan di bangun akan mudah roboh dan hancur pula, bagaimanapun bagusnya. Sedangkan jika fondasi kita kuat dan kokoh maka rumah yang akan di buat akan tahan dan berdiri kokoh walaupun angin menerpanya, ideologi bagaikan atap dari rumah kita sendiri yang akan melindungi kita dari panas, hujan dan badai.
KEMUNGKINAN PENGETAHUAN
Pembicaran awal dari epistimologi yang telah ada sejak dahulu: mungkinkah manusia memiliki pengetahuna dan memahami alam? Jika mungkin apa syaratnya dan jika tidak mungkin kenapa, ada sebagian orang mengatakan bahwa manusia mungkin memiliki pengetahuan dan sebagianya lagi ragu atas kemungkinan manusia memiliki pengetahuan. Pada masa setelah Socrates, ada sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai “sophisme” dan yang paling terkenal di antara mereka adalah Pyrrho. Ia menyajikan sepuluh ketidak mungkinan manusia memiliki pengetahuan. Argument sederhana yang ia sampaikan, bila manusia hendak mengetahui sesuatu, apa alat dan istrumen yang hendak di gunakan? Kita tidak memiliki alat lebih dari dua, “indra dan rasio” dan ia bertanya kembali apakah indra  dan rasio tidak pernah melakukan kesalahan? Pasti semuanya akan menjawab bahwa indra dan rasio pasti sering melakukan kesalahan, contohnya saja saat ketika kayu yang di celupkan di dalam air akan kelihatan bengkok dan ketika diangkat kembali ternyata kayu itu lurus di sini membuktikan bahwa indra melakukan kesalahan dan tidak mungkin mendapatkan pengetahuan dengan mengunakan indra dan rasio. Indra dapat melakukan kesalah dan rasio pun dapat melakukan kesalahan sedangkan kita tidak memiliki alat pengetahuan selain indra dan rasio maka dari itu kita tidak bias menjadikan keduanya sebagai pengangan.
Jika Pyrrho mengatakan seperti itu berarti sebenarnya Pyrrho sudah sampai pada hakikat kebenaran karna mana mungkin Pyrrho mengatakan jika kayu yang lurus di masukan kedalam gelas berisi air akan kelihatan bengkok dan jika di keluarkan akan kelihatan lurus, secara tidak langsung Pyrrho mendapatkan satu pengetahuan. Saat anda mengatakan bahwa di suatu tempat rasio telah melakukan kekeliruan, hal itu sama dengan ungkapan: “saya mengetahui bahwa rasio telah melakukan suatu kekeliruan”, maka anda telah sampai pada hakikat.

Sumber : Buku Pengantar Epistemologi Islam (Murthadha Muthahari)

Oleh : NURUL AULIA (KADER VISIONER)
IMM FEB Unismuh Makassar 
Periode 2018-2019
Read More

Selasa, 20 November 2018

BUNGA DALAM PUSARAN DEMONSTRAN

November 20, 2018 0



Biarkan revolusi Indonesia bicara dengan bahasanya sendiri (Soekarno).
Sebut saja penyambung lidah rakyat sebuah gelar yang tidak diberikan secara gratis tetapi terbit karena keberanian untuk berjuang dan berkorban. Marhaenisme merupakan konsep hebat yang tengah menggambarkan situasi proletar di Indonesia, ia adalah hasil konseptor dari kepala pendiri dan tokoh proklamator republik ini.
Panas matahari akan membuatmu mekar kembali, bunga yang tengah mekar dalam semusim kemudian ia akan tumbuh dan terus tumbuh, setiap bunga akan mekar tetapi pada waktu yang berbeda, panas matahari tidak akan membuatmu layu justru semangat akan terik akan terus membuatmu kuat hingga mekarmu kembali terlihat, butuh proses yang tidak sederhana dan singkat untuk menantikan mekarnya.
 Bunga dalam pusaran demonstran, mereka (bunga-bunga) revolusi hadir ditengah-tengah pusaran demostran bukan untuk mengugurkan idealisme mereka, bukan untuk merasa telah merdeka atas kehendaknya dan bukan juga merasa kebenaran hanya milik mereka yang siap dijalan kemudian berteriak melainkan sebagai penyeimbang Revolusi dalam perjuangan, semesta telah memberikan tanda jika berjuang bersama akan semakin memberikan kekuatan yang semakin kuat dan ada. Perjuangan dalam kosmologi antara cosmic dan macrocosmic seperti itulah substansi dari perjuangan (bunga-bunga) Revolusi “Perempuan”. Entah kita berhak dan bebas berasumsi atas pengetahuan kita. Layaknya mereka (bunga-bunga) Revolusi berteriak dalam pusaran demostran atas tendensi pengetahuan dan nasionalisme.
Mereka (bunga-bunga) Revolusi “Perempuan” substansinya sebagai madrasah pertama sebagai rahim pencetak tokoh-tokoh Re-ingkarnasi seperti Soekarno, Tan Malaka dan Kartini kecil. Hingga mereka  (bunga-bunga) Revolusi “Perempuan” selayaknya hadir dalam dimensi yang kokoh sebab jika mereka mudah layu dan rapuh maka tunggulah kehancuran suatu bangsa.  Subordinasi perempuan merupakan dasar peradaban. Tetaplah rawat semangatmu hingga bungamu perlahan berguguran karena berjuang.

Oleh : HERNI SAHARUDDIN (KABID RPK VISIONER)

IMM FEB Periode 2018-2019



Read More

Sabtu, 17 November 2018

PUISI "IMMAWATI" OLEH SEKBID SBO VISIONER IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

November 17, 2018 0
Jikalah bunga
IMMawati adalah bunga
Yang paling mekar, indah dan menawan

Jikalah bunga
IMMawati adalah bunga
Yang  engkau kehendaki adanya

Jikalah bunga
IMMawati adalah bunga
Yang dijaga agar tetap tumbuh dan mekar

Jika IMMawati adalah bunga
Sebarkanlah biji biji kebaikan
Buatlah semua terlihat indah
Laksana bunga yang indah

Jadilah IMMawati tangguh
Yang tetap elok laksana bunga
Jadilah pencerah yang bernilai untuk setiap insan

Oleh : A. ENDANG MAULANA (SEKBID SBO VISIONER)
IMM FEB Periode 2018-2019

Read More

Minggu, 04 November 2018

TUTORIAL MENGGUNAKAN FUNGSI PEN TOOL, SHAPE TOOL, DAN 3 POINT CURVE DI COREL DRAW

I AND MY IMM (AKU DAN IMM KU)

November 04, 2018 0
Teruntuk IMM ku sejak awal aku tidak begitu mengenalmu yang aku tau kau hanyalah bagian dari sebuah organisasi. aku berfikir bahwa hanya sebagian kecil yang mengenal dirimu, sebut saja aku, aku hanya mengenalmu karna aku kuliah di kampus yang mewajibkan untuk mengenal dirimu kalau bukan karna aku disini kita mungkin tidak saling mengenal.

Pernahkah kau bertanya mengapa aku masuk dan bersama dalam ikatanmu? Pernahkah kau penasaran dengan motivasiku untuk berjuang denganmu? Jika kau menebak, jangan mengira bahwa aku masuk di IMM karena aku mencari popularitas, sekedar mencari relasi atau hanya sekedar menghilangkan status ‘kupu-kupu’ (kuliah pulang-kuliah pulang).

Dua alasan logis yang bisa kusampaikan; bahwa IMM adalah dua elemen bagiku, yaitu keluarga dan perjuangan. Keluarga yang (selalu) mengobatiku saat terluka dan menemani saat tertawa bersama, dan perjuanganku dalam mensukseskan dakwah Muhammadiyah di kehidupan dan lingkunganku, terutama kampus. Kedua alasan yang selalu kutekankan dan kujalani…

dan akhirnya kau tahu, IMM?

Aku menjadi bagian dari IMM memang dari sebuah keterpaksaan diri, awalnya. Melihat banyak sosok yang tergolong “hebat” menurutku, itu sudah cukup menginspirasi. Tapi entah, apa yang membuatku masih berfikir bahwa kerjaku hanya sebatas karena tuntutan saja. Lama, perlahan, proses, belajar, mencari, menggali, aku temukan apa yang menyebabkan aku nyaman berada disini. Mungkin prosesku dapat dikategorikan proses yang lama dalam memahami perasaanku sendiri dengan IMM. Tapi itulah aku, aku belajar dari proses yang ada untuk memahami IMM ini.

Cobalah belajar mencintai tanpa harus disuruh untuk mencintai, cobalah untuk selalu belajar ikhlas karena memang ikhlas itu butuh paksaan untuk menjadikan terbiasa. Cinta dan ikhlas, adalah kombinasi yang tepat menurutku untuk tetap bertahan dalam ikatan ini. Jangan mengharapkan banyak hal di IMM, IMM tak akan memberimu apa – apa jika kita semua memang tak berbuat apa – apa untuk IMM. Tapi cobalah berharap tentang kemajuan IMM dengan melakukan apa saja untuknya, InsyaAllah-Allah akan selalu melimpahkan banyak nikmat kepada kita. Sehingga kita selalu berusaha untuk bisa menghidupi IMM.

Karena sudah sepatutnya kita menghidupi IMM jangan kita yg mau di hidupi oleh IMM.

Jadi, Untuk apa aku di IMM? Untuk menghidupi IMM yang merupakan salah satu ortom Muhammadiyah serta wadah mendekatkan diri kepada Allah. Untuk siapa aku di IMM? Jawablah dengan keras dan tegas, “untukmu IMM.”

Teman-temanku, masa depanku akulah yang menentukan; masa depan Anda, Anda pulalah yang harus menentukan. Tapi masa depan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah? Kitalah yang menentukan. Bekerjalah dengan cinta sahabatku, titik jenuh itu pasti ada, tapi yakinlah Allah selalu bersama ummatnya yang mau berusaha berdakwah di jalan-Nya.

Billahi Fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khoirat.



Oleh : NURAIMA (SEKBIDIM VISIONER)
IMM FEB Unismuh Makassar 
Periode 2018-2019

Read More

Sabtu, 03 November 2018

IMMAWATI BUKAN SEKEDAR GELAR TAPI AMANAH

November 03, 2018 0
IMMawati adalah identitas seorang perempuan yang sudah mengikuti DAD dan sudah dibaiat. Tugas seorang IMMawati adalah pembinaan ideologi, pembinaan intelektual, pembinaan jiwa sosisal dan penanaman jiwa kepemimpinan/leadership, serta pembinaan skill. Profile IMMawati adalah seorang IMMawati itu harus mempunyai banyak rasa cinta kepada Allah dan Rasulnya, seorang IMMawati itu harus cantik fikiran dan fisiknya artinya dalam berpakaian sesuai syariat islam dan berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah yaitu Qs. Al-Ahzab Ayat 59 dan Qs. An-Nur Ayat 31, jujur dan Amanah. IMMawati harus sadar tentang pakaiannya yang dimana pakaian ini tujuannya menutup bukan membungkus, sesuai syariat islam jilbab sampai dada, begitupun dengan pakaiannya harus dilonggarkan bukan diketatkan.

 Adab bergaul, bergaul dengan IMMawati – IMMawati lainnya tidak terkungkung pada kader IMM se-komisariatnya saja. Akan tetapi, mempererat tali silaturahim yang baik dan memperbanyak jaringan dengan kader IMM di komisariat lainnya, serta memilih berteman yang mengajak ke kebaikan. Peningkatan budaya literasi dengan membaca, menulis, diskusi, dan mampu menginspirasi dengan cara niatkan dulu yang ingin dilakukan Insyaallah setelah itu perbaiki diri dan memantaskan diri untuk sosok dapat menjadi inspirasi, sopan dan santun dalam bertutur kata.

 IMMawati itu cerdas mencerdaskan, dan mulia memuliakan dimanapun ditempatkan baik dalam bentuk persyarikatan, bangsa, dan ummat. Terlebih lagi sebagai madrasah ula, kecerdasan bukan untuk dibandingkan, melainkan untuk diamalkan, didakwahkan, serta dipertanggungjawabkan diakhirat kelak. IMMawati sebagai muslimah di Ikatan  harus senantiasa membaca sesuai dengan firman Allah yang pertama yaitu perintah "IQRA (Bacalah)" sebagai modal dalam meningkatkan kapasitas diri.

 IMMawati juga harus mampu mengenal politik dan ekonomi, karena dimana sekarang ini perekonomian di Indonesia semakin hari semakin melemah. IMMawati juga perlu bergelut didunia politik apatahlagi sudah banyak perempuan perempuan di Indonesia yang terjung ke dunia politik, guna mengetahui strategi strategi yang digunakan dalam berpolitik agar IMMawati tidak diam jika dihadapkan dengan masalah politik. Dan dibidang perekonomian IMMawati juga harus pintar- pintar berbisnis karena itu pekerjaan tidak terlalu menguras tenaga kita, bisa jadi seorang wirausaha dengan menciptakan sesuatu yang berbeda dengan kreatifitasnya.


Oleh : RISNA (BENDAHARA II VISIONER)
IMM FEB Unismuh Makassar
Periode 2018-2019
 
Read More

Jumat, 02 November 2018

PUISI "TENTANG KITA" OLEH SEKBID SBO VISIONER IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

November 02, 2018 1



Setiap kita

Pastilah menginginkan generasi cemerlang

Generasi intelektual

Generasi berkemajuan

Mengabdi sepenuh hati

Mencerahkan setiap saat



Wahai saudaraku....

Para intelektual muslimah

Jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman

Jadikan kekurangan sebagai beban

Jadikan kelebihan sebagai pegangan



Jadikan hidupmu bermakna

Jadikan hidupmu indah dengan sikapmu

Itu akan membuat hidupmu bernilai



Dapatkan jati dirimu

Tetap jaga pengaruhmu

Jangan sampai lengah

Jangan sampai salah niat

Berjuanglah....



Lampaui zaman biadab yang pernah menyiksamu

Kini engkau telah berubah

Kini engkau telah beda

Kini engkau lebih terlihat menawan



Berubahlah..

Sampai nilaimu tak bermakna lagi....

Oleh : A. ENDANG MAULANA (SEKBID SBO VISIONER)
IMM FEB Periode 2018-2019


Read More

KAJIAN KEISLAMAN IMM FEB UNISMUH MAKASSAR "FIQIH THAHARAH 1"

Post Top Ad