Jangan Ada Balo Lipa' Diantara Kita - IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

IMM FEB

  • VISIONER
  • SPIRITUAL
  • INTELEKTUAL
  • HUMANITAS

Hot

PIKOM IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

Rabu, 17 Oktober 2018

Jangan Ada Balo Lipa' Diantara Kita

Balo lipa’ adalah salah satu judul lagu bugis yang seakan-akan tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Namun, terkadang beberapa diantara kita hanya menganggap itu hanya sebuah susuan kata yang tidak ada bedanya dengan kata-kata bugis yang lainnya. Akan tetapi, ketika diteluisuri balo lipa’ ini sangat serat akan arti dan makna, begitulah yang di jelaskan dalam lagu Balo Lipa’ yang dipopulekan oleh Ansar S.

Ketika kita memaknai secara harfiah kata Balo Lipa’, dalam bahasa Indonesia adalah sebuah warna, corak, motif, yang ada pada sarung. Jadi Balo Lipa’ disini memiliki pemaknaan sifat sifat orang secara umum kepada sarung, dimna sarung itu yang awal-awalnya memiliki corak, warna dan motif yang bagus, namun lama kelamaan seiring berjalannya waktu maka corak dan motif yang ada dalam sarung tersebut mengalami pergeseran terhadap corak dan motifnya sehingga akan mulai pudar dan secara tidak lansung rasa suka kita, rasa kagum kita pada sebuah sarung itu akan juga mengalami penurunan.

Kurang lebih seperti itu yang saya dapat petik dari susunan lirik lagu yang di populerkan Ansar S tersebut. Yang menceritakan sebuah pasangan remaja yang pada awalnya mereka saling menyayangi dan mencintai, akan tetapi seiring berjalannya waktu, cobaan dan rintangan yang mereka lalui akhirnya membuat salah satu diantara mereka meninggalkan orang yang dia cintai sebelumnya itu dan memutuskan untuk menikah dengan orang lain. Itulah kenapa sehingga muncul kata Balo Lipa’ yang pemaknaannya bukan hanya pada sarung namun terjadi juga pada manusia yang pada awalnya saling menyukai akan tetapi ketika lambat laun seiring berjalannya umurnnya yang semakin tua dan sifat nya sudah mulai berubah, maka disitulah terkadang seseorang memutuskan untuk meninggalkan apa yang dia perjuangkan sebelumnya.

Dari sinilah asal mulanya sehingga muncul kalimat jangan ada Balo Lipa’ diantara kita. Maksudnya janganlah ada yang menggunakan sifat Balo Lipa’ diantara kita. Baik itu dari sebuah lembaga, sebuah himpunan, sebuah kesatuan, ataupun sebuah ikatan. Khususnya teman-teman para Pejuang Merah Maroon yang senantiasa sampai pada hari ini masih memiliki kesempatan untuk berjuang di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, janganlah mencintai dan mengagumi lembaga ini hanya pada awal-awal kita berproses di IMM atau bahkan hanya pada saat kita mendapat kebahagiaan dan kesenangan. Tetapi cintai, rawat dan jagalah ikatan ini walau dalam kondisi sakit dikhianati atau bahkan di kecewakan.

Aja’ muattaneng narekko de’ natuo
Aja’ muadduta narekko de’ muditangke
Aja’ muakkiring narekko de’ nalettu
Aja’ to muabbere narekko de’ natarimai
Te' pettu maompe'e
Te' polo masellommoe
Iyami tu maddenne mabuange
Iyami tu tabbuttu tallentunge
Iyami tu mapue mareppa'e

Iyya mi tu mapolo marettoe
Te'labu matanna essoe ritengana Bitarae

Billahi fii sabililhak
Fastabiqul Khaerat



Oleh: SEKUM IMM FEB Periode 2018-2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad