Oktober 2018 - IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

IMM FEB

  • VISIONER
  • SPIRITUAL
  • INTELEKTUAL
  • HUMANITAS

Hot

PIKOM IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

Sabtu, 27 Oktober 2018

Refleksi Sumpah Pemuda

Oktober 27, 2018 2
Pertama : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).

Kedoea : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satu, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).

Ketiga : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).

Begitulah isi Sumpah Pemuda dibacakan oleh Soegondo Djojopuspito ketua PPPI (Perhimpinan Pelajar-Pelajar Indonesia) kepada suluruh Pemuda yang hadir sebagai pesan persatuan, karena kesadaran pemuda pada saat itu bahwa pergerakan organisasi yang bersifat kedaerahan tidak pernah memberikan hasil berarti untuk kemerdekaaan Indonesia karena pergerakan itu sangat mudah dipatahkan oleh penjajah Belanda.

Kerena itulah organisasi-organisasi ini sepakat untuk melebur menjadi satu dan membuat pergerakan secara serentak untuk melawan penjajah, dari kesepakatan inilah para pemuda ini sepakat untuk mengadakan kongres Pemuda yang bertujuan untuk menyatukan organisasi-organisasi yang pada saat itu terpecah belah. Kongres Pemuda diadakan sebanyak dua kali,yakni Kongres Pemuda I yang berlangsung pada tanggal 30 April-2 Mei 1926, sedangkan Kongres Pemuda II diadakan pada tanggal  27-28 Oktober 1928..

Yang dimaksud sumpah pemuda adalah keputusan kongres  kedua yang diselengarakan dua hari pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia  dan Bahasa Indonesia. Keputusan ini juga diharapkan asas bagi setiap “Perkumpulan Kebangsaan Indonesia”. Ini juga merupakan saat kali pertama lagu Kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan.

Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak  utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Negara Indonesia

          Begitulah sejarah singkat Sumpah Pemuda dilahirkan  sebagai gerakan yang timbul atas adanya kesadaran nasionalisme, gerakan yang muncul atas dasar satunya visi yaitu Kemerdekaan Indonesia yang menegasi adanya kepentingan kelompok, agama, rasa atau suku dan primordialisme.

          “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan saudara sendiri”, Itulah yang pernah dikatakan Ir.Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia.

          Menarik sekali membahas semangat lahirnya Sumpah Pemuda dan perkataan Bung Karno jika dikontekstualisasikan dengan keadaan kampus sekarang. Dihari-hari akan diperingatinya Sumpah Pemuda, organisasi-organisasi kampus dan kemahasiswaan melakukan demonstrasi untuk mengingatkan kepada pemerintah akan tugas dan fungsinya, tapi semangat perjuangan itu berbeda dengan semangat perjuangan Sumpah Pemuda yang mempersatukan dan menegasi kepentingan kelompok untuk mencapai kemerdekaan.Sekarang hari peringatan Sumpah Pemuda  yang sakral  itu hanya dijadikan jalan untuk memperlihatkan eksistensi dan kebesaran lembaga masing-masing, Perjuangan itu terpisah-pisah, perjuangan itu kembali dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu dan perjuangan seperti inilah yang terjadi sebelum Sumpah Pemuda menggemah yang kemudian mudah dipatahkan oleh penjajah Belanda.

          Melihat kondisi kebangsaan kita yang majemuk yang rentang sekali akan perpecahan, pembangunan ekonomi yang kapitalis, politik yang dibangun atas hasrat kekuasaan yang  nepotisme, agama yang dibangun atas fanatisme buta, ideologi  kelompok yang menyempitkan cara berpikir.

Seharusnya kita bergerak maju dalam langkah dan tujuan yang sama dimana tantangan di era disrupsi yang bisa saja menghilangkan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang penuh dengan nilai-nilai keagamaan, moral dan budaya. Kita sudah seharusnya meninggalkan sekat-sekat yang memisahkan persatuan kita dalam mencapai tujuan kemerdekaan, semangat persatuanpara pendahulu yang menjadi ruh atas perjuangan kemerdekaan Indonesia harus dibangkitkan kembali karena seperti kata Bung Karno bahwa perjuangan yang kita lakukan itu lebih berat.

Pemuda harus berbenah melihat semua realitas yang terjadi di Indonesia, sejarah telah mencatat bahwa perubahan tidak terlepas dari peran pemuda. Jangan biarkan perjuangan itu terputus dipundakmu, satukan langkah dan tekat untuk Indonesia kedepan.

SELAMAT MEREFLEKSI HARI SUMPAH PEMUDA

Oleh : SEKBIDTAB IMM FEB Unismuh Makassar Periode 2018-2019

(Agus Ramadani)
 
Read More

Minggu, 21 Oktober 2018

NAMA - NAMA CALON PESERTA DAD KE-LXXVI (GELOMBANG KETIGA) IMM FEB Unismuh Makassar

INFORMASI DAD KE- LXXIV, LXXV, & LXXVI IMM FEB Unismuh Makassar Periode 2018-2019

Oktober 21, 2018 0

Technical Meeting dan Pembukaan Darul Arqam Dasar (DAD) KE- LXXIV, LXXV & LXXVI

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Fakultas Ekonomi & Bisnis
Universitas Muhammadiyah Makassar
Periode 2018-2019

Tema  Internalisasi Nilai-Nilai Ideologi dalam Mewujudkan Kader yang Berintegritas 

yang Insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal              : Kamis, 25 0ktober 2018

Waktu                          : Pukul 13:00 WITA s/d Selesai

Tempat                        : Auditorium Al-Amien UNISMUH Makassar

 NB : Berpakain Hitam Putih dan Memakai Almamater 
Read More

NAMA - NAMA CALON PESERTA DAD KE-LXXV (GELOMBANG KEDUA) IMM FEB Unismuh Makassar

NAMA - NAMA CALON PESERTA DAD KE-LXXIV (GELOMBANG PERTAMA) IMM FEB Unismuh Makassar

Kamis, 18 Oktober 2018

Memilih Pemimpin Karena Apanya Dia atau Siapaku Dia?

Oktober 18, 2018 0

Sebelum masuk pada ulasan tentang sejauh mana pendekatan kita dalam memilih seorang pemimpin mungkin alangkah afdholnya kita merefleksi Konsep manusia menurut al Qur'an.

Dalam kehidupan manusia di permukaan bumi ini telah jelas bahwa ada amanah yang diemban yakni selaku yang menghamba (QS. Az-Dzariyat:56) dan menjadi wakil Allah SWT. sebagaimana tertuang indah dalam kitab suci (QS. AL-Ahzab:72). Pada ayat tersebut menjelaskan Maha Pencipta telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi, dan gunung- gunung. Namun mereka enggan untuk memikul amanah itu, lalu dipikullah amanah itu oleh manusia. Sebuah penegasan di akhir ayat yang mengatakan sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh.

Manusia Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa yang mempunyai fungsi di bumi  sebagai khalifah (pemimpin) dalam hal ini fungsinya sebagai pengatur dan pengelolah di bumi (Qs.Al-Baqarah:30)

Namun dalam menjalankan tugas dan fungsinya  sebagai pemimpin bisa berpotensi sebagai perusak jika apa yang ada dalam diri manusia  seperti   tidak memfungsikan akalnya dengan baik padahal itu sebuah karunia yang menjadi pembeda dari sekian makhluk yang diciptakan Allah SWT. Ahsanu Taqwin dan Ulil Albaab yang kemudian mampu untuk mengetahui mana yang hak dan bathil dalam hal ini dalam Al-Qur'an manusia sering disebutkan  dengan nama Al Insan.

Kemudian karena manusia adalah makhluk yang membutuhkan untuk mememenuhi hidupnya secara biologis dalam Al-Qur'an dikenal sebagai  Al-Basyar. Manusia butuh makan, butuh istirahat, dan lain lain. Sembari manusia sebagai makhluk biologis manusia pun tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lainnya dalam Al-Qur'an dikenal dengan nama An-Nas.

Ulasan singkat di atas menggambarkan tentang manusia sebagai pemimpin dalam pendekatan wahyu namun objek bahasan kali ini mengenai atas dasar apa sehingga mengapa kita memilih seseorang untuk menjadi pemimpin apakah karena apanya atau siapaku dia?

Melihat kontestasi politik hari ini yang kian memanas antar kubu  bagaikan obor olimpiade yang berkobar kobar  namun ketika olimpiade selesai maka kobaran obornyapun redup dan kembali tenang baik itu perpolitikan antar kubu dalam kelembagaan pemerintahan dengan skala nasional sampai ke tataran desa bahkan kontestasi perpolitikan dalam lembaga kemasyarakatan dan pemuda. Dan arahnya sama yakni semuanya  ingin mencapai visi yang telah ditentukan sejak awal namun misinya berbeda entah dengan cara black campain dalam hal ini saling menjelek jelekkan antar kubu, bahkan membuat  propaganda-propaganda yang tujuannya untuk menjatuhkan lawan sehingga mata yang awam terombang ambing dalam memilih pemimpin yang sebenarnya. Sejatinya kadang lawan jadi teman begitupun sebaliknya.

Atas dasar itupula dalam hal memilih pemimpin apakah kita memilih dia si calon pemimpin karena apanya dia?.

Salah satu pandangan yang lebih obyektif dalam memilih seorang pemimpin adalah dilihat dari kompetensi dasarnya selaku manusia yang meliputi:

1.    Spritualnya sebagai rujukan untuk mengetahui sejauh mana pemahamannya si calon dalam beragama
2.    Intelektualnya sebagai rujukan untuk mengetahui sejauh mana kapasitas keilmuannya  si calon dalam menggagas visi dan misinya kedepan yang meliputi. Perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staff, dan mengevaluasi.
3.    Emosionalnya sebagai rujukan untuk mengetahui sepak terjangnya si calon dalam hal hubungannya kepada manusia lainnya (humanitas)
4.    Financialnya sebagai rujukan untuk mengetahui sejauh mana kedermawanannya dalam merespon hal-hal yang menyangkut kemanusiaan

Sedangkan memilih calon pemimpin atas dasar siapaku dia. kita mungkin lebih subyektif dalam menilai mereka dan memilihnya karena:

1.    Dia adalah bagian dari silsilah keluarganya kita jadi mau tidak mau kita harus memilihnya tanpa harus mempertimbangkan calon lain

2.    Dia adalah sosok yang paling dekat dengan kita dengan sikap blusukannya bahkan bantuannya setiap saat mengalir ke kita.

3.    Dia keturunan orang terpandang bisa jadi dia mengikuti jejak pendahulunya

Dari sekian gambaran di atas dalam memilih calon pemimpin entah kita melilih atas dasar karena apa yang ia miliki sehingga ia hadir sebagai calon pemimpin untuk dipilih ataukah kita memilih dia karena siapaku dia, karena kita mengenalnya dekat dengan kita tanpa meninjau dari sisi lainnya

Jikalau dari sekian calon pemimpin yang ada tidak memenuhi kriteria yang ada maka salah satu jalannya adalah dengan rumus ini.



Angka 1 adalah Kapasitas pemahamannya tentang  agama dengan sifat dan sikapnya yang amanah, jujur, cerdas, dan tabligh.

Angka 0 adalah kewibawahannya atau gaya kepemimpinannya yang kharismatik

Angka 0 adalah ia berasal dari keturunan para pemimpin-pemimpin hebat di masa lalu

Angka 0 adalah ia seorang yang dermawan yang didukung dengan harta yang dimiliki

Sebuah kesempurnaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin Jika angka keseluruhan di gabung sesuai dengan urutan di atas maka angka angka tersebut menjadi 1000  dan angka 1 adalah hal yang mutlak untuk dimiliki namun jika ada  salah satu di antara angka 0 yang hilang masih ada 100 jika tidak memiliki dua angka 0 masih ada 10 nilainya jika ketiga tiganya angka nol tidak ada maka masih ada angka 1. Angka 0 notabenenya sebagai pelengkap. Dan jika  tidak ada pada dirinya ketiga angka 0 kita masih bisa toleran.

Dalam hal memilih pemimpin dimanapun, kapanpun itu kita tetap senantiasa mempertimbangkannya apakah memilih atas dasar apanya dia ( apa yang ia miliki) ataukah karena siapaku dia (orang yang lebih dekat dengan kita). bukan hanya bergantung pada terakomodirnya kepentingan-kepentingan dengan cara yang sembarangan, bukan karena minyak satu liter dan gula satu kilo kita menggadaikan hak pilih kita.

Mari tegaskan untuk memilih yang terbaik.

Dan semoga hidup kita saat ini dan kedepannya bagaikan kehidupan yang mendapatkan piagam madina, kehidupan yang Baldatun Tayyibatun Warabbun Ghafur.



Wallahu a'lam.

Oleh : Hamsyar (KABIDOR IMM FEB Periode 2017-2018)

Read More

Rabu, 17 Oktober 2018

Jangan Ada Balo Lipa' Diantara Kita

Oktober 17, 2018 0
Balo lipa’ adalah salah satu judul lagu bugis yang seakan-akan tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Namun, terkadang beberapa diantara kita hanya menganggap itu hanya sebuah susuan kata yang tidak ada bedanya dengan kata-kata bugis yang lainnya. Akan tetapi, ketika diteluisuri balo lipa’ ini sangat serat akan arti dan makna, begitulah yang di jelaskan dalam lagu Balo Lipa’ yang dipopulekan oleh Ansar S.

Ketika kita memaknai secara harfiah kata Balo Lipa’, dalam bahasa Indonesia adalah sebuah warna, corak, motif, yang ada pada sarung. Jadi Balo Lipa’ disini memiliki pemaknaan sifat sifat orang secara umum kepada sarung, dimna sarung itu yang awal-awalnya memiliki corak, warna dan motif yang bagus, namun lama kelamaan seiring berjalannya waktu maka corak dan motif yang ada dalam sarung tersebut mengalami pergeseran terhadap corak dan motifnya sehingga akan mulai pudar dan secara tidak lansung rasa suka kita, rasa kagum kita pada sebuah sarung itu akan juga mengalami penurunan.

Kurang lebih seperti itu yang saya dapat petik dari susunan lirik lagu yang di populerkan Ansar S tersebut. Yang menceritakan sebuah pasangan remaja yang pada awalnya mereka saling menyayangi dan mencintai, akan tetapi seiring berjalannya waktu, cobaan dan rintangan yang mereka lalui akhirnya membuat salah satu diantara mereka meninggalkan orang yang dia cintai sebelumnya itu dan memutuskan untuk menikah dengan orang lain. Itulah kenapa sehingga muncul kata Balo Lipa’ yang pemaknaannya bukan hanya pada sarung namun terjadi juga pada manusia yang pada awalnya saling menyukai akan tetapi ketika lambat laun seiring berjalannya umurnnya yang semakin tua dan sifat nya sudah mulai berubah, maka disitulah terkadang seseorang memutuskan untuk meninggalkan apa yang dia perjuangkan sebelumnya.

Dari sinilah asal mulanya sehingga muncul kalimat jangan ada Balo Lipa’ diantara kita. Maksudnya janganlah ada yang menggunakan sifat Balo Lipa’ diantara kita. Baik itu dari sebuah lembaga, sebuah himpunan, sebuah kesatuan, ataupun sebuah ikatan. Khususnya teman-teman para Pejuang Merah Maroon yang senantiasa sampai pada hari ini masih memiliki kesempatan untuk berjuang di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, janganlah mencintai dan mengagumi lembaga ini hanya pada awal-awal kita berproses di IMM atau bahkan hanya pada saat kita mendapat kebahagiaan dan kesenangan. Tetapi cintai, rawat dan jagalah ikatan ini walau dalam kondisi sakit dikhianati atau bahkan di kecewakan.

Aja’ muattaneng narekko de’ natuo
Aja’ muadduta narekko de’ muditangke
Aja’ muakkiring narekko de’ nalettu
Aja’ to muabbere narekko de’ natarimai
Te' pettu maompe'e
Te' polo masellommoe
Iyami tu maddenne mabuange
Iyami tu tabbuttu tallentunge
Iyami tu mapue mareppa'e

Iyya mi tu mapolo marettoe
Te'labu matanna essoe ritengana Bitarae

Billahi fii sabililhak
Fastabiqul Khaerat



Oleh: SEKUM IMM FEB Periode 2018-2019
Read More

Post Top Ad