Bidang IMMawati IMM FEB Unismuh Makassar Gelar Kajian Kepemimpinan - IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

IMM FEB

  • VISIONER
  • SPIRITUAL
  • INTELEKTUAL
  • HUMANITAS

Hot

PIKOM IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

Kamis, 27 September 2018

Bidang IMMawati IMM FEB Unismuh Makassar Gelar Kajian Kepemimpinan

foto kajian kepemimpinan immawati imm feb unismuh
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar gelar kajian Kepemimpinan IMMawati sebagai bentuk respon terhadap problematika-problematika kepemimpinan dan transfer ilmu mengenai strategi memimpim terkhusus pada diri IMMawati.
Kajian Tersebut di bawakan oleh  Ismawati  yang merupakan demisioner Bendahara Umum PIKOM IMM FEB Unismuh Makassar periode 2017-2018. Masjid Kampus (Auditorium Al-Amien) menjadi tempat dilaksanakannya kajian tersebut untuk membangun paradigma bahwasanya masjid bukan hanya di tempati untuk shalat semata, akan tetapi juga di gunakan untuk transfer ilmu.
Kajian yang diikuti sekitar 29 orang kader IMMawati dari PIKOM IMM FEB itu sendiri ditambah  5 orang dari berbagai PIKOM di beberapa Fakultas yang ada di Unismuh Makassar.
Menurut pemateri (Ismawati) terkait kepemimpinan immawati yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin IMMawati harus mempunyai sifat seperti yang telah di contohkan oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW. yaitu sifat Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fatonah.
Saling komunikasi dan Saling memahami merupakan metode kepemimpinan yang dijelaskan oleh pemateri dengan mengambil landasan bahwa dalam sebuah kepemimpinan harus memiliki sifat: Yang pertama Humanisasi (yaitu memanusiakan manusia), kedua Liberasi (bangkit dari keburukan) dan terakhir adalah Transendensi yaitu percampuran antara humanisasi dan liberasi.
Menurut Hilyatul Janna sebuah Kepemimpinan tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, maka sudah sepatutnya seorang perempuan menjadi perempuan yang berkemajuan. Lebih jelas lagi moderator pada kajian tersebut (Nurhatifa) berpendapat bahwa gender tidak menjadi tolok ukur dalam sebuah kepemimpinan yang penting adalah bagaimana seorang pemimpin itu mampu bertanggungjawab dan menghegemoni untuk di dengar perkataannya.
Di akhir kajian pemateri (Ismawati) menegaskan bahwa laki-laki maupun perempuanitu sama-sama bisa memimpin, Bahkan dalam QS. Al-Ahzab ayat 72 menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam persoalan Amanah. (Rilis oleh Hilya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad