November 2012 - IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

IMM FEB

  • VISIONER
  • SPIRITUAL
  • INTELEKTUAL
  • HUMANITAS

Hot

PIKOM IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

Selasa, 20 November 2012

Adam Smith

November 20, 2012 0
I. PROFIL ADAM SMITH
Nama : John Adam Smith

Kehidupan Pribadi :
Tokoh terkemuka di bidang teori pembangunan ekonomi, Adam Smith lahir di kota Kirkcaldy, Skotlandia tahun 1723. Pada tahun 1937 saat usianya menginjak 13 tahun, Smith memasuki Universitas Glasgow, dimana dia belajar filosofi moral dibawah ”si orang yang tidak boleh dilupakan” (sebagaimana Smith memanggilnya) Francis Hutcheson. Di sini, Smith mengembangkan keinginan kuatnya akan kebebasan, akal sehat, dan kebebasan berpendapat. Pada tahun 1740 dia dianugerahi Snell exhibition dan memasuki Balliol college. Kemudian memperoleh beasiswa untuk belajar di Universitas Oxford, dan dia meninggalkan universitas itu tahun 1746.
Tahun 1748 Smith memulai menguliahi umum di Edinburgh dibawah bimbingan Lord Kames. Sebagian dari perkuliahannya menyinggung retorika dan belles-letters, tetapi nantinya dia akan mengambil subyek dari "kemajuan dari kesejahteraan," dan nantinya, di pertengahan atau akhir abad duapuluh, dimana dia pertamakalinya mengemukakan filosofi ekonomi dari "sistem yang jelas dan sederhana dari kebebasan alamiah" dimana dia menyatakan hal tersebut ke khalayak dalam buku karangannya The Wealth of Nations. Pada sekitar tahun 1750 dia bertemu dengan filsuf David Hume, yang merupakan seniornya yang terpaut sepuluh tahun. Hubungan dan kesamaan opini yang dapat ditemukan dalam detail dari tulisan mereka mancakup sejarah, politik, filosofi, ekonomi dan agama menandakan mereka berdua memiliki persekutuan intelektual yang dekat dan ikatan persahabatan dibanding orang lain yang mana akan memerankan peran penting selama Pencerahan di Skotlandia. Smith juga sering menghabiskan waktu senggangnya di banyak klub, seperti Poker Club, Club of Edinburgh, London ”Literati”, dan Jonhson Club.
Tahun 1751 Smith ditunjuk sebagai ketua dewan logika di Universitas Glasgow, dipindahkan tahun 1752 ke Dewan filosofi moral Glasgow. Kuliahnya mencakup etika, retorika, jurispundens, politik ekonomi, dan "polisi dan keuntungan". Tahun 1759 dia menerbitkan buku pertamanya yaitu Theory of Moral Sentiments memasukan sebagian kuliahnya di Glasgow. Karya ini yang mengangkat dirinya ke tengah-tengah masyarakat intelektual dan menjadikan Adam Smith pemikir Skotlandia yang sangat berpengaruh pada masa itu, menjelaskan bagaimana komuikasi manusia bergantung pada simpati antara agen dan penonton (sang individual dan anggota masyarakat yang lain).
Dan dari tahun 1751 sampai 1764 dia menjadi mahaguru di Universitas Glasgow. Selama di situlah dia menerbitkan buku pertamanya yaitu Theory of Moral Sentiments. Pada 1764, Smith mendapatkan tawaran menggiurkan dari Charles TownShend (yang dikenalkan ke Smith oleh David Hume), untuk mengajar anak angkatnya, Henry Scott, Duke of Buccleuch. Mereka kemudian bepergian ke Prancis, dan disana Smith bertemu dengan Voltaire, Turgot, Quesnay, dan pemikir-pemikir besar Prancis lainnya. Dalam perjalanan pulangnya ke Kirkcaldy Smith dipilih menjadi anggota Royal Society dari London dan dia mendedikasikan pada sepuluh tahun berikutnya pada magnum opusnya, The Wealth of Nations, yang terbit tahun 1776. Karya ini langsung menjadi best seller, habis terjual dalam waktu enam bulan. David Hume dan Thomas Jefferson memuji buki ini. Karya ini kemudian mengalami beberapa kali cetak ulang dan diterjemahkan ke bahasa asing pada saat Smith masih hidup.
Tahun 1778 Smith ditunjuk untuk menduduki jabatan sebagai komisioner pabean untuk cukai di Skotlandia dan hidup bersama ibunya di Edinburgh. Tahun 1783 dia menjadi salah satu pendiri Royal Society of Edinburgh dan dari tahun 1787 sampai 1789 dia mendapat posisi kehormatan Lord Rektor Universitas Glasgow. Dia meninggal di Edinburgh pada 17 Juli 1790 karena sakit keras dan dikuburkan di Canogatw Kirkcaldy. Kesaksian kotemporer menjelaskan Smith sebagai seorang eksentrik tetapi intelektual yang dermawan dan ramah, kelinglungan yang komikal, dengan kebiasaan yang berulang tentang pidato dan memberi senyuman yang ”ramah tanpa ekspresi”. Setelah kematiannya ditemukan bahwa sebagian besar pendapatannya disumbangkan secara sembunyi-sembunyi olehnya. Dan perlu diketahui juga bahwa semasa hidupnya Adam Smith tidak pernah menikah walaupun dia memiliki banyak kenalan perempuan.
Eksekutor literature Smith ialah dua orang teman lama dari akademi dunia Skotlandia, fisikawan dan kimiawan Joseph Black, dan geolog pionir James Huton. Smith meninggalkan banyak catatan dan material yang tidak dipublikasikan, tetapi memberi instruksi untuk menghancurkan apapun yang tidak pantas dipublikasikan. Dia menyebut History of Astronomy, muncul pada tahun 1795, bersama material lain sebagai Essay on Philoshopical Objects.
II. KARYA-KARYA ILMIAH ADAM SMITH
Karya-karya besar Adam Smith:
1. The Theory of Moral Sentiments (1759)
Buku ini mencoba menjelaskan bagaimana orang-orang menerima perasaan moral yang membuat mereka mampu membedakan antara yang benar dan yang salah. Jawabannya ditemukan dalam kemampuan seseorang untuk menempatkan diri mereka dalam posisi sebagai pengamat yang tidak berpihak. Hal ini membuat orang menilai tindakan tidak hanya dari sudut pandang kepentingan pribadi mereka sendiri, tetapi juga dari perspektif seorang pengamat yang obyektif. Sebagaimana nurani, kemampuan ini membuat orang bertindak dengan cara yang dapat dibenarkan secara moral.
Dalam bukunya ini Smith meyakinkan pembacanya bahwa setiap manusia sangat menyukai hidup sebagai warga masarakat, dan tidak menyukai hidup yang individualistik dan mementingkan diri sendiri. Adam Smith memiliki pemikiran bahwa setiap orang secara natural akan saling menghargai (rasional) sehingga dia menganggap manusia adalah makhluk bebas yang dengan sendirinya tahu nilai-nilai kemasyarakatan.
Dalam Theory of Moral Sentiments Smith berpendapat kalau kepentingan pribadi dari pelaku manapun termasuk kepentingan dari bagian lain dari masyarakat, karena opini yang diperbagus secara sosial dari tidakan yang pantas dan tidak pantas pentingnya mempengaruhi kepentingan dari individu sebagai anggota dari masyarakat. Konteks ini juga berguna karena Adam Smith melawan ide dari korporasi, atau "perusahaan saham gabungan".
Dalam kasus manapun, Adam Smith sepertinya percaya kalau sentimen moral dan kepentingan pribadi akan menambah pada hal yang sama. Satu garis yang mungkin dari alasan tersebut dia mungkin telah sampai pada tahap kesimpulan seperti: tangan-tangan tak terlihat (invisible hands) tidak bisa beroprasi jika tidak ada masyarakat, untuk mengawali sebuah konstruksi awal pembagian sosial dari buruh, dan efisiensi yang datang dengan manifestasinya. Sekarang untuk masyarakat untuk eksis, keadilan merupakan kondisi yang dibutuhkan (yang mana disebut dalam karya Smith Theory of Moral Sentiments). Untuk keadilan berada didalam latar sosial manapun, individu harus mematri keinginan dari penghargaan dan kemarahan yang dikendalikan oleh rasa menghargai dan tidak menghargai juga nyaris secara eksklusif dihasilkan oleh simpati manusia. Kesimpulannya, tangan-tangan tak terlihat dari pasar adalah, pada tingkat tertentu, diwakilkan atas kemampuan dari manusia untuk bersimpati: kepentingan pribadi dari Smith merupakan harmoni dengan opini dari simpati.
2. An Iquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776)
The Wealth of Nations adalah buku pertama yang menggambarkan sejarah perkembangan industri dan perdagangan di Eropa serta dasar-dasar perkembangan perdagangan bebas dan kapitalisme. The Wealth of Nations menjadi berpengaruh karena telah dengan keras membuat bidang ekonomi dan perkembangannya kedalam disiplin yang sistematis dan berdiri sendiri. Dalam dunia barat, masih dibincangkan kalau ini merupakan buku paling berpengaruh dalam subyek tersebut yang pernah diterbitkan. Ketika buku tersebut menjadi manifestasi klasik melawan merkantilisme (teori dimana cadangan besar dari logam mulia merupakan keharusan bagi suksesi ekonomis), muncul di tahun 1776, ada kesadaran kuat untuk perdagangan bebas baik di Inggris maupun Amerika. Perasaan baru ini telah dilahirkan dari kesusahan keadaan ekonomi dan kemiskinan yang diakibatkan oleh Perang kemerdekaan Amerika. Bagaimanapun, pada saat publikasinya, tidak semua orang lantas yakin pada kelebihan perdagangan bebas: publik dan parlemen di Inggris masih memakai sistem merkantilisme untuk beberapa tahun kedepannya.
The Wealth of Nations juga menolak pernyataan Psiokrat dalam pentingnya lahan, malah, Smith percaya bahwa buruh merupakan proritas tinggi, dan pembagian buruh akan berakibat pada kenaikan signifikan pada produksi.
Di dalam bukunya ini, prinsip Laissez faire menjadi dasar dari sistem ajaran dan menjadi pelabuhan bagi filsuf-filsuf luar negeri yang membentuk suatu bagian esensial. Prinsip Laissez faire, persaingan, dan teori nilai pekerja adalah fitur berharga yang diajarkan dari sekolah ekonomi beraliran klasik, yang secara esensial dibangun oleh Smith serta Malthus, Ricardo, dan Mill. Prinsip Laissez faire merupakan pondasi bagi sistem ekonomi klasik.

Read More

Post Top Ad