Krisis Kapitalisme dan Alternatif Gerakan Sosial - IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

IMM FEB

  • VISIONER
  • SPIRITUAL
  • INTELEKTUAL
  • HUMANITAS

Hot

PIKOM IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

Kamis, 02 Agustus 2012

Krisis Kapitalisme dan Alternatif Gerakan Sosial





Krisis Kapitalisme dan Alternatif Gerakan Sosial
 
Krisis kapitalisme yang melanda AS, Eropa, Jepang serta seluruh pusat kapitalisme adalah hasil kontradiksi Internal dari kapitalisme krisis yang  terjadi pada tiga tingkatan, pertama adalah krisis overproduksi, over akumulasi dan buble financial capital. Sebuah Kontradiksi kapitalisme yang dihasilkan dari hasil penghisapan buruh, petani, kaum miskin baik di negara maju maupun negara-negara miskin.
Dalam kerangka kapitalisme krisis diatasi dengan liberalisasi perdagangan, privatisasi, ekspansi investasi dan finansialisasi seluruh aktivitas ekonomi manusia ke dalam bursa keuangan, perdagangan produk keuangan derivatif, perdagangan obligasi dan surat utang negara dan berbagai produk keuangan lainnya.
Kapitalisime menjebak negara-negara, baik negara maju maupun negara berkembang  dalam perangkap utang dan memaksa pemindahan dana publik ke tangan sektor swasta melalui bailout perbankan, pembayaran cicilan dan bunga utang dibawah persayaratan neoliberalisme.
Korporasi dengan memperalat pemerintahan negara-negara maju telah merancang berbagai instrumen global untuk melanjutkan praktek eksploitasi ekonomi secara lebih masif. Melalui G20, WTO, perjanjian investasi dan perdagangan bebas bilateral FTA dan berbagai perundingan lainnya terkait dengan perubahan iklim, dipaksa masuk dalam kerangka kepentingan perusahaan-perusahaan multinasional. 
Sementara perang, genosida, perampasan tanah sumber daya, perampasan pasar, terjadi diseluruh belahan dunia, di Asia Tengah dan kawasan Asia lainnya, Afrika, Latin Amerika, merupakan rangkaian peristiwa yang menyertai praktek pengisapan umat manusia. Kekayaan negara negara berkembang diangkut ke negara-negara maju dengan dukungan pemerintahan neoliberal.
Berbagai perlawanan rakyat muncul di seantero penjuru dunia. Perlawanan yang kita saksikan di berbagai media dalam beberapa tahun terakhir merata di seantero penjuru dunia, okupasi Wall Street, pendudukan Tahrir Square, demonstrasi di Madrid, perlawanan rakyat Yunani, dan berbagai perlawanan masyarakat sipil di Asia dan Afrika. Di Indonesia lebih dari 1 juta orang terlibat dalam demonstrasi kenaikan harga BBM sepanjang bulan Januari sampai dengan Maret 2012.
Krisis dapat dipastikan akan semakin memicu kerakusan kapitalisme, kerakusan akan tanah, sumber daya alam, komoditas perdagangan, sumber-sumber keuangan yang akan semakin memperdalam pengisapan dan penindasan terhadap kaum buruh dan perempuan.
Merespon perkembangan krisis kapitalisme dan masa depan gerakan sosial, forum  pertemuan sub regional Asian Europe People’s Forum telah menyimpulkan bahwa :
Gerakan sosial harus memiliki agenda alternatif yang berlandaskan pada visi dan cita-cita kerakyatan dan mengeluarkan dirinya dari solusi-solusi yang ditawarkan oleh pemerintahan neoliberal.
Mendukung inisiatif yang dilakukan oleh rakyat di berbagai belahan dunia dan komunitas dalam membebaskan dirinya dari kungkungan rezim pemerintahan neoliberal dan korporasi multinasional.
Gerakan sosial harus membangun solidaritas dan agenda bersama terkait isu-isu strategis, di berbagai sektor seperti pertanian, perburuhan, nelayan, masyarakat adat, perempuan , pemuda, untuk melawan segala bentuk perampasan sumber daya, perampasan hak-hak kolektif, diskriminasi rasial dan gender, menuju cita-cita kemanusiaan.
 
Jakarta, 29 Juni 2012
Asia Europe People Forum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad