PUISI - IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

IMM FEB

  • VISIONER
  • SPIRITUAL
  • INTELEKTUAL
  • HUMANITAS

Hot

PIKOM IMM FEB UNISMUH MAKASSAR

Senin, 21 November 2011

PUISI

Karya Immawati Vhate

Dalam kesendirianku,
Dalam benaku bertanya,
Kapan tiba ajalku . . . ?
Sudah siapkah aku . . . ?
Sudah banyakkah bekal amalku . . . ?

Ya robbi . . .
Dalam sujudku berdo’a,
Dalam tangis ku menyesal,
Astagfirullah . . .
Kumemohon AmpunanMU,
Atas segala dosa yang ada,
Tunjukilah jalan lurusMu,
Jalan yang engkau Ridhoi,




Dalam Do’aKu

Ya Allah . . .
Dengarkanlah aku ,
Lafasan dari lidahku,
Ku memohon padamu . . .

Ya Allah . . .
Kubersujud padamu,
Berserah diri padamu,
Ampunilah aku . . .

Dalam sadarku tlah melupakanMu,
Nikmat yang tlah engkau berikan pada hambaMu,
Kinitlah lalai atas kewajibanku padaMu,
Sungguh- sungguh berdosanya hamba padaMu,

Ya Allah . . .
Dalam sujudku,
Ku memohon padaMu,
Engkaulah tempatku mengadu,
Memohon ampunan dariMu,





BUKA MATA HATIMU
  
Jika di amati dan direnungkan,
Ternyata di sekeliling kita banyak sekali keajaiban yg sering terlupakan,
 Lihatlah di sekelilingmu,
Tidak bisakah kau lihat keajaiban tersebar awan mengambang,
Langit yang cerah dan biru,
Planet beredar di orbitnya,
Bulan dan matahari sungguh keseimbangan sempran,
Mari semua kita bertanya,
Belum cukupkah bukti bagi kita,
Ataukah begitu buta membuangnya jauh - jauh,
Oh, Jangan . . . .
Kita harus membuka mata kita,
Hati kita,
Pikiran kita,
Jika kita melihat tanda - tanda dengan jelas,
Kita tidak bisa terus bersembunyi dari kebenaran,
Yang membuat kita heran - heran,
Menuntun kita dengan cara terbaik,
Membimbing kita setiap hari,
Membuat kita dekat denganMU hingga akhir waktu,
Lihatlah didalam diri kita,
Sungguh pesan yang sempurna,
yang tersembunyi  dalam diri anda mengalir di nadimu,
Bagaimana guna marah,cinta,sakit,
Dan semua yg anda rasakan,
Dapatkah anda menyentuhnya dengan tangan,
Jadi apakah PERASAAN benar – benar ada ?.
Ya Allah,
Aku bersyukur jika dia adalah pendamping hidupku
Tapi akankah dia terbaik untuk dunia dan akhiratku
Ya Allah,
Ku mohon padaMU
Engkaulah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana



 HARI RAYA TLAH TIBA

Sebulan kita berpuasa,
Menahan lapar dan dahaga,
Kini syawal pun tiba,
Beduk pun terdengar dan takbir pun di kumandangkan,

Hari raya pun tiba,
Aku menangis tandaku gembira,
Aku menangis tandaku cinta,
Kepadanya . . . .

Di hari raya ini,
Ku lihat wajah mulia bundaku,
Ku lihat wajah kasih sayang ayahku,
Ku gembira . . . .

Kini hatiku bahagia,
Berhari raya bersama ayah dan bunda,
Hatiku pun gembira,
Berhari raya bersama sanak saudara,

Di hari raya yang mulia,
Dengan hati yang ikhlas,
Ku mohon maaf lahir dan bathin,
SELAMAT HARI RAYA  . . . .




  PENGORBANAN SEORANG IBU


Ibu . . . .
Itulah sebutan dari anakMu
Begitu mulianya hatiMu
Engkau begitu lembut
Belaian kasih sayangMu tak kan ku lupakan

Ibu adalah segala – galanya
Engkaulah penghibur dalam kesedihanku
Engkau pemberi harapan dalam penderitaanku
Engkau pemberi kekuatan dalam kelemahanku

Ibu . . . .
Waktu demi waktu, Hari demi hari sili berganti
Siang engkau membanting tulang
Malam engkau tak tidur pulas
Itu semua demi anakMu

RambutMu yang dulunya hitam kini berubah putih
KulitMu  yang dulunya mulus kini terlihat berkerut
TanganMu yang dulunya halus ini terasa kasar
usiaMu pun tak mudah lagi

ibu . . . .
akankah hari esok aku masih bersamaMu  ?
akankah belaian Kasih sayangMu masih kurasakan  ?
akankah jasa – jasaMu kan terbalaskan  ?
ibu engkaulah guruku yang terbaik . . . .










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad